<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk ALPeN pRoSa JaTiM</title>
	<atom:link href="http://alpenprosajatim.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com</link>
	<description>"Aliansi Penulis Pro Syariah"</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Dec 2008 23:55:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Demokrasi : Mahal dan Kufur oleh Abdun</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/10/11/demokrasi-mahal-dan-kufur/#comment-10</link>
		<dc:creator>Abdun</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 23:55:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=32#comment-10</guid>
		<description>@atas
Tinggal di-scroll aja mbak .. hehe.
Nanti kalo sudah di klik &quot;read more&quot; kan tetap saja sama akhirnya, panjang juga :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@atas<br />
Tinggal di-scroll aja mbak .. hehe.<br />
Nanti kalo sudah di klik &#8220;read more&#8221; kan tetap saja sama akhirnya, panjang juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Demokrasi : Mahal dan Kufur oleh lianatown</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/10/11/demokrasi-mahal-dan-kufur/#comment-9</link>
		<dc:creator>lianatown</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 03:00:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=32#comment-9</guid>
		<description>Mbak, tulisannya di putus dunk tampilannya, pakai &quot;read more&quot; biar g puanjang kayak kereta api.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak, tulisannya di putus dunk tampilannya, pakai &#8220;read more&#8221; biar g puanjang kayak kereta api.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di About oleh sakura1707</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/about/#comment-8</link>
		<dc:creator>sakura1707</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 18:27:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-8</guid>
		<description>ass ya ukhti semua. saya baru belajar nih. mohon petunjuknya ya !!! trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass ya ukhti semua. saya baru belajar nih. mohon petunjuknya ya !!! trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Selamat Datang AlPeners Jatim oleh burjo</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/02/10/selamat-datang-alpeners-jatim/#comment-7</link>
		<dc:creator>burjo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 06:26:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=3#comment-7</guid>
		<description>Ass, salam kenal dari qt di Sidoarjo. afwan ana Fajar (kep. divisi Media Fokus Institute Sidoarjo n pimred BURJO free zine), selamat berjuang menegakkan Syariat n Khilafah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass, salam kenal dari qt di Sidoarjo. afwan ana Fajar (kep. divisi Media Fokus Institute Sidoarjo n pimred BURJO free zine), selamat berjuang menegakkan Syariat n Khilafah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KELANGKAAN MITAN DI NEGERI TAMBANG MINYAK oleh Ananda</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/03/22/kelangkaan-mitan-di-negeri-tambang-minyak/#comment-6</link>
		<dc:creator>Ananda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 05:25:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/03/22/kelangkaan-mitan-di-negeri-tambang-minyak/#comment-6</guid>
		<description>saya Ananda dari SMA. Bina Dharma 2 Bandung.
kalo memang Indonesia punya banyak kekayaan
(punya tambang minyak sendiri, tambang gas sendiri...)
kenapa indonesia malah susah????
sepengetahuan saya tambang2 seperti itu dikelola oleh orang luar negeri
apa benar begitu????
kalo memang iya, berarti itu membuktikan bahwa SDM di Indonesia tidak dapat mengelola itu semua...
padahal banyak orang indonesia lulusan luar negeri...
kenapa tidak mau mengelola negeri sendiri???
SDAnya ada tapi SDM ga tau kemana....
saya mohon balasannya ya....
agar saya bisa tau perkembangan indonesia selanjutnya...
(sekalian nambah ilmu gitu...hehehehehe)
TERIMA KASIH...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya Ananda dari SMA. Bina Dharma 2 Bandung.<br />
kalo memang Indonesia punya banyak kekayaan<br />
(punya tambang minyak sendiri, tambang gas sendiri&#8230;)<br />
kenapa indonesia malah susah????<br />
sepengetahuan saya tambang2 seperti itu dikelola oleh orang luar negeri<br />
apa benar begitu????<br />
kalo memang iya, berarti itu membuktikan bahwa SDM di Indonesia tidak dapat mengelola itu semua&#8230;<br />
padahal banyak orang indonesia lulusan luar negeri&#8230;<br />
kenapa tidak mau mengelola negeri sendiri???<br />
SDAnya ada tapi SDM ga tau kemana&#8230;.<br />
saya mohon balasannya ya&#8230;.<br />
agar saya bisa tau perkembangan indonesia selanjutnya&#8230;<br />
(sekalian nambah ilmu gitu&#8230;hehehehehe)<br />
TERIMA KASIH&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Garis Langit oleh fei</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/02/20/garis-langit/#comment-5</link>
		<dc:creator>fei</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 08:59:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=7#comment-5</guid>
		<description>Cerpennya bagus banget, mbak! aku merasa ada sesuatu yang sama denganku. &#039;langit&#039; dan &#039;13&#039;. sama. ku post di blog-ku ya mbak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpennya bagus banget, mbak! aku merasa ada sesuatu yang sama denganku. &#8216;langit&#8217; dan &#8216;13&#8242;. sama. ku post di blog-ku ya mbak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di LAPINDO : BUKTI KEZALIMAN PEMERINTAH oleh advokatku</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/03/22/lapindo-bukti-kezaliman-pemerintah/#comment-4</link>
		<dc:creator>advokatku</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:11:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/03/22/lapindo-bukti-kezaliman-pemerintah/#comment-4</guid>
		<description>semoga mereka2 yang menari diatas penderitaan dan bencana lapindo membaca postingan ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga mereka2 yang menari diatas penderitaan dan bencana lapindo membaca postingan ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Negeri Pengimpor oleh omyosa</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/02/23/negeri-pengimpor/#comment-3</link>
		<dc:creator>omyosa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 06:49:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=8#comment-3</guid>
		<description>MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA DATANG PANEN
Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia. NPK yang terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita. 
Produk ini dikenalkan oleh pemerintah saat itu sejak tahun 1969 karena berdasarkan penelitin bahwa tanah kita yang sangat subur ini ternyata kekurangan unsur hara makro (NPK). Setelah +/- 5 tahun dikenalkan dan terlihat peningkatan hasilnya, maka barulah para petani mengikuti cara tanam yang dianjurkan pemerintah tersebut. Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1985-an pada saat Indonesia swasembada pangan. Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia. 
Mereka para petani juga lupa, bahwa penggunaan pupuk dan pengendali hama kimia yang tidak terkendali, sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun. 
Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.
System of Rice Intensification (SRI) yang sedang digencarkan oleh SBY adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas hasil juga lebih baik, belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam budidayanya. 
Petani kita karena sudah terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.
Atau mungkin solusi yang lebih praktis ini dapat diterima oleh para petani kita; yaitu “BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASA”. Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK  yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki oleh pola SRI, tetapi cara pengolahan lahan/tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.
Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.
AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI, SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?
omyosa,
papa_260001527@yahoo.co.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA DATANG PANEN<br />
Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia. NPK yang terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita.<br />
Produk ini dikenalkan oleh pemerintah saat itu sejak tahun 1969 karena berdasarkan penelitin bahwa tanah kita yang sangat subur ini ternyata kekurangan unsur hara makro (NPK). Setelah +/- 5 tahun dikenalkan dan terlihat peningkatan hasilnya, maka barulah para petani mengikuti cara tanam yang dianjurkan pemerintah tersebut. Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1985-an pada saat Indonesia swasembada pangan. Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia.<br />
Mereka para petani juga lupa, bahwa penggunaan pupuk dan pengendali hama kimia yang tidak terkendali, sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.<br />
Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.<br />
System of Rice Intensification (SRI) yang sedang digencarkan oleh SBY adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas hasil juga lebih baik, belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam budidayanya.<br />
Petani kita karena sudah terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.<br />
Atau mungkin solusi yang lebih praktis ini dapat diterima oleh para petani kita; yaitu “BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASA”. Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK  yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki oleh pola SRI, tetapi cara pengolahan lahan/tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.<br />
Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.<br />
AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI, SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?<br />
omyosa,<br />
<a href="mailto:papa_260001527@yahoo.co.id">papa_260001527@yahoo.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gubernur Harapan, Menuju Jawa Timur Lebih Baik oleh djunaedird</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/02/26/gubernur-harapan-menuju-jawa-timur-lebih-baik/#comment-2</link>
		<dc:creator>djunaedird</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 16:56:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://alpenprosajatim.wordpress.com/?p=10#comment-2</guid>
		<description>Sayangnya para pemilih itu hanya sekedar DIHITUNG saja (suaranya). Sementara ASPIRASINYA jarang diperhitungkan, saat mereka berkuasa...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sayangnya para pemilih itu hanya sekedar DIHITUNG saja (suaranya). Sementara ASPIRASINYA jarang diperhitungkan, saat mereka berkuasa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hello world! oleh Mr WordPress</title>
		<link>http://alpenprosajatim.wordpress.com/2008/02/10/hello-world/#comment-1</link>
		<dc:creator>Mr WordPress</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 07:03:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-1</guid>
		<description>Hi, this is a comment.&lt;br /&gt;To delete a comment, just log in, and view the posts&#039; comments, there you will have the option to edit or delete them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, this is a comment.<br />To delete a comment, just log in, and view the posts&#8217; comments, there you will have the option to edit or delete them.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
